Pemilihan langsung pemimpin di negeri ini dimulai sejak 2004. Dimana sejak tahun tersebut, diawali dengan pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden. Pemerintahan Megawati Soekarnoputri berhasil mengeluarkan keputusan yang memang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia, yaitu pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden. Tak sampai disitu saja, pemilihan langsung juga merambah ke pemilihan langsung kepala daerah seperti Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota, dan Bupati/Wakil Bupati. Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla merupakan Presiden dan Wakil Presiden pertama pilihan rakyat. Mereka berhasil mengalahkan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi pada putaran kedua pemilu Presiden dan Wakil Presiden.
Baru-baru ini beberapa daerah menggelar hajatan besar daerahnya, yaitu Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada. Dari mulai Pilkada tingkat Provinsi hingga tingkat Kotamadya/Kabupaten. Tentunya kita masih ingat Pilkada Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung sekitar Juli tahun lalu. Dimana terdapat 2 pasang kandidat calon Gubernur/Wakil Gubernur. Calon tersebut yaitu Adang Daradjatun-Dani Anwar yang diusung PKS dan Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung koalisi partai besar seperti PDIP, Golkar, PPP, Demokrat dan lain-lain. Walaupun pada Pemilu 2004 DKI Jakarta merupakan basis PKS, tetapi pada Pilkada perdana ini, pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung koalisi partai besar itu memenangkan Pilkada ibu kota negara RI.
Sekarang yang sedang marak ialah Pilkada Sulawesi Selatan yang sedang dalam masalah. November lalu, KPUD Sulawesi Selatan menggelar Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur. Hasilnya, pasangan Syahrul Yasin Limpo (Wakil Gubernur Sulsel)-Agus Arifin Nu’mang memenangkan Pilkada tersebut. Namun, rival terkuatnya Amin Syam (Gubernur Sulsel)-Mansyur Ramli menggugat KPUD Sulsel ke Mahkamah Agung karena disinyalir ada kecurangan dalam penghitungan suara. Keputusannya, KPUD Sulsel harus menggelar Pilkada ulang di 4 Kabupaten. Namun, keputusan MA tersebut tidak bisa diterima KPUD dan sejumlah rakyat Sulsel. Sekarang KPUD Sulsel sedang melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA tersebut.
Artis dan Pilkada
Artis yang merupakan public figure adalah orang yang diidolakan oleh penggemarnya. Bagi para penggemarnya, apapun yang dilakukan artis tersebut akan senantiasa diikutinya. Ini adalah ladang yang subur bagi artis terjun ke dunia politik, misalnya dalam Pilkada. Beberapa artis yang ikut Pilkada diantaranya Marisa Haque yang gagal menjadi Wakil Gubernur Banten, Rano Karno yang sudah dapat dipastikan berhasil menjadi Wakil Bupati Tangerang, dan Dede Yusuf yang baru saja mendaftar sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Dari ketiga nama artis tersebut, Rano Karno lah yang akan menjadi artis pertama yang menjadi birokrat. Menurut Rano Karno dalam sebuah perbincangan di televisi, kepopuleran tidak bisa dilepaskan dari artis yang mengikuti Pilkada. Kharisma dalam sinetron membuat para pemilih memilih Rano Karno sebagai pimpinan daerahnya. Itu dijadikan trik untuk mendulang suara terbanyak. Lalu bagaimanakah dengan nasib Dede Yusuf yang akan bertempur dalam Pilkada Jawa Barat??? Apakah ia akan mengikuti jejak Rano Karno atau Marisa Haque??? Kita nantikan saja dalam Pilkada Jabar yang akan berlangsung 13 April 2007.
Oleh : Rizkie Nugraha Ramadhan
