
Sepasang anak muda terlihat asyik mengobrol padahal malam hampir larut dan angin dingin mulai menusuk tulang. Tak jauh dari tempat kedua insan itu, tiga orang lainnya duduk lesehan dan menghisap rokok dalam-dalam. Tukang parkir, penjaga toko, dan keamanan juga asyik mengobrol sambil mengawasi keadaan. Dua orang pengamen menyanyikan lagu Mawar Merah dari Slank dengan penuh penghayatan. Tak lama datang sebuah sedan, tiga orang penumpangnya turun dan masuk ke dalam Circle K untuk membeli minuman ringan setelah itu langsung pergi. Tak hanya malam itu, di malam-malam sebelumnya suasana Circle K Dago tak jauh berbeda, pengunjung datang dan pergi silih berganti.
Circle K hadir di Kota Bandung pada 2001 di Jalan Dayang Sumbi. Sejak awal, minimarket ini memang di konsepkan untuk menyediakan barang-barang kebutuhan sementara. Maka disediakanlah immediate compsumption atau barang-barang yang bisa langsung pakai dan makanan siap saji.
Segmen pembeli yang dibidik oleh minimarket Amerika ini adalah usia 18-35 tahun, namun pada kenyataannya mereka yang datang ke Circle K dari berbagai lapisan usia. Saat ini yang paling banyak mengunjungi Circle K adalah pelajar SMU, mahasiswa, dan pegawai kantoran.
Menurut Manager Marketing Communication Dian Putra, Circle K menyediakan fasilitas untuk menyeduh kopi dan membuat mie instant sendiri, hal ini dimaksudkan untuk kepraktisan pembeli. Selain itu, Circle K juga menyediakan beberapa jenis minuman beralkohol dengan kadar alkohol dibawah 4 persen. Kebutuhan pembeli yang meningkat membuat Circle K menambah jumlah gerai mereka hingga 30 gerai pada 2007 ini.
Saat ini terjadi sebuah fenomena menarik di teras beberapa Circle K yang ada di Bandung. Teras minimarket ini dijadikan tempat nongkrong sekelompok anak muda yang membunuh waktu. Biasanya mereka hanya merokok, ngemil makanan ringan, dan minum kopi atau bir sambil ngobrol bahkan pacaran. Mereka datang silih berganti dan tak pernah ada yang sendiri, minimal mereka berdua, kadang-kadang mereka masih memakai seragam sekolah atau pakaian bebas.
Tidak semua teras Circle K dipenuhi oleh anak-anak muda ini, hanya ada beberapa titik Circle K yang selalu ramai oleh celoteh mereka. Sebut saja Circle K Buah Batu, Circle K Dago Plaza, Circle K Dago, Circle K Martadinata, Circle K Braga, Circle K Cihampelas dan Circle K Supratman.
Menurut Dian dengan dijadikannya Circle K sebagai alternatif tempat nongkrong menaikkan omzet Circle K setiap harinya. Namun kenaikan ini tidak signifikan karena tidak semua dari mereka berbelanja di Circle K. Rata-rata dari mereka membeli rokok, kopi, mie instant, makanan ringan, dan minuman alkohol.
Salah satu anak muda yang sering nongkrong di Circle K Supratman, Kemal, mengatakan bahwa Ia dan teman-temannya menyukai nongkrong di Circle K soalnya dekat dengan tempat kos dan dekat dengan studio tempat mereka berlatih musik.
‘’Sebenarnya takut juga sama geng motor kalau nongkrong kita kemalaman, tapi sampai saat ini masih aman-aman saja. Makanya masih betah nongkrong di Circle K, ‘’ kata Kemal yang malam itu datang dengan enam orang temannya dan sedang menunggu pergantian hari karena ada salah sati diantara mereka yang berulang tahun.
Lain lagi yang diungkapkan Adi, Edi, Opik, Riki, dan Reza. Malam itu saat ditemui di Circle K Plaza Dago mereka mengaku jarang nongkrong-nongkrong di Circle K. Tempat nongkrong mereka berpindah-pindah dan malam itu kebetulan di Circle K Plaza Dago.
‘’Refreshing lah Teh. Masa belajar terus? Kita pengen nyoba Seesha (rokok dari Timur Tengah) dan kebetulan ada di Plaza Dago dan tempatnya sebelahan sama Circle K, jadi sekalian beli makanan ringan juga,’’ ujar Adi yang diamini teman-temannya.
Salah satu penjaga Circle K Dago mengatakan, biasanya anak-anak muda ini nongkrong sampai pukul 03.00 dini hari. Lebih ramai apabila malam minggu atau malam libur. Salah satu alasan Circle K ramai dikunjungi pengunjung adalah karena waktu buka mereka yang 24 jam tujuh hari seminggu.
Dian mengatakan bahwa sistem keamanan di Circle K cukup ketat. Circle K tidak mau ada tindakan kriminal yang meresahkan pengunjung dan karyawan mereka sendiri. Menurut Dian, pihak Circle K tidak pernah melarang ada anak-anak yang nongkrong depan gerai mereka. Circle K memiliki aturan-aturan yang cukup bisa membuat pengunjung nyaman. Anak-anak yang nongkrong itu dilarang untuk mengganggu pengunjung lain, tidak merusak area toko, dan tidak mengganggu karyawan.
Jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Circle K tidak segan-segan untuk segera memanggil polisi. Circle K sendiri memiliki tujuh orang keamanan, satu orang bertindak sebagai komandan dan setiap harinya Ia berpindah-pindah, enam orang lainnya ditempatkan di beberapa titik rawan Circle K, seperti di Circle K Dago dan Circle K Cihampelas.
Fenomena tempat nongkrong yang sekadarnya ini ternyata cukup bisa dijadikan alternatif sebagai tempat untuk berekspresi bagi anak-anak muda. Daripada di pinggir jalan, lebih baik di teras Circle K begitu pikir mereka.(rundee_ablo)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar