Senin, Januari 21, 2008

Pilkada dan Popularitas

Pemilihan langsung pemimpin di negeri ini dimulai sejak 2004. Dimana sejak tahun tersebut, diawali dengan pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden. Pemerintahan Megawati Soekarnoputri berhasil mengeluarkan keputusan yang memang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia, yaitu pemilihan langsung Presiden dan Wakil Presiden. Tak sampai disitu saja, pemilihan langsung juga merambah ke pemilihan langsung kepala daerah seperti Gubernur/Wakil Gubernur, Walikota/Wakil Walikota, dan Bupati/Wakil Bupati. Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla merupakan Presiden dan Wakil Presiden pertama pilihan rakyat. Mereka berhasil mengalahkan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi pada putaran kedua pemilu Presiden dan Wakil Presiden.

Baru-baru ini beberapa daerah menggelar hajatan besar daerahnya, yaitu Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada. Dari mulai Pilkada tingkat Provinsi hingga tingkat Kotamadya/Kabupaten. Tentunya kita masih ingat Pilkada Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung sekitar Juli tahun lalu. Dimana terdapat 2 pasang kandidat calon Gubernur/Wakil Gubernur. Calon tersebut yaitu Adang Daradjatun-Dani Anwar yang diusung PKS dan Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung koalisi partai besar seperti PDIP, Golkar, PPP, Demokrat dan lain-lain. Walaupun pada Pemilu 2004 DKI Jakarta merupakan basis PKS, tetapi pada Pilkada perdana ini, pasangan Fauzi Bowo-Prijanto yang diusung koalisi partai besar itu memenangkan Pilkada ibu kota negara RI.


Sekarang yang sedang marak ialah Pilkada Sulawesi Selatan yang sedang dalam masalah. November lalu, KPUD Sulawesi Selatan menggelar Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur. Hasilnya, pasangan Syahrul Yasin Limpo (Wakil Gubernur Sulsel)-Agus Arifin Nu’mang memenangkan Pilkada tersebut. Namun, rival terkuatnya Amin Syam (Gubernur Sulsel)-Mansyur Ramli menggugat KPUD Sulsel ke Mahkamah Agung karena disinyalir ada kecurangan dalam penghitungan suara. Keputusannya, KPUD Sulsel harus menggelar Pilkada ulang di 4 Kabupaten. Namun, keputusan MA tersebut tidak bisa diterima KPUD dan sejumlah rakyat Sulsel. Sekarang KPUD Sulsel sedang melakukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA tersebut.


Artis dan Pilkada


Artis yang merupakan public figure adalah orang yang diidolakan oleh penggemarnya. Bagi para penggemarnya, apapun yang dilakukan artis tersebut akan senantiasa diikutinya. Ini adalah ladang yang subur bagi artis terjun ke dunia politik, misalnya dalam Pilkada. Beberapa artis yang ikut Pilkada diantaranya Marisa Haque yang gagal menjadi Wakil Gubernur Banten, Rano Karno yang sudah dapat dipastikan berhasil menjadi Wakil Bupati Tangerang, dan Dede Yusuf yang baru saja mendaftar sebagai Calon Wakil Gubernur Jawa Barat. Dari ketiga nama artis tersebut, Rano Karno lah yang akan menjadi artis pertama yang menjadi birokrat. Menurut Rano Karno dalam sebuah perbincangan di televisi, kepopuleran tidak bisa dilepaskan dari artis yang mengikuti Pilkada. Kharisma dalam sinetron membuat para pemilih memilih Rano Karno sebagai pimpinan daerahnya. Itu dijadikan trik untuk mendulang suara terbanyak. Lalu bagaimanakah dengan nasib Dede Yusuf yang akan bertempur dalam Pilkada Jawa Barat??? Apakah ia akan mengikuti jejak Rano Karno atau Marisa Haque??? Kita nantikan saja dalam Pilkada Jabar yang akan berlangsung 13 April 2007.


Oleh : Rizkie Nugraha Ramadhan

Minggu, Januari 20, 2008

Pesona 86 Meter


Bandung…Memang sejuta makna bila kita membicarakan ibu kota Provinsi Jawa Barat ini. Mulai dari wisata kulinernya yang cukup terkenal, fashion, hingga wisata alamnya. Di Bandung ini memang cukup banyak tempat yang wajib kita kunjungi. Selain tempat yang berada di pinggiran kota Bandung, seperti Ciwidey, Lembang, dan Pangalengan, ada juga tempat wisata di pusat kota Bandung. Sebut saja menara Masjid Raya Bandung yang berada di alun-alun kota Bandung. Menara ini terdiri dari 2 menara, yaitu menara utara dan menara selatan. Dari ketinggian sekitar 86 meter ini, Anda bisa menyaksikan view kota Bandung yang begitu indah di siang hari. Namun sayang, menara ini tidak beroperasi saat malam hari lantaran keterbatasan pengelola. Bagi Anda yang belum pernah mengunjungi menara masjid ini, ada baiknya Anda berkunjung ke menara tertinggi di kota Bandung ini. Tapi, Anda harus berkunjung tepat di akhir pekan. Pasalnya jika di hari biasa (Senin s/d Jum’at), menara ini tidak dibuka untuk umum, kecuali ada pengunjung yang datang jauh-jauh dari luar kota. Sebelum naik ke menara masjid dengan menggunakan lift, Anda harus membayar tiket sebesar dua ribu rupiah. Ya…cukup dengan dua ribu rupiah saja, Anda bisa menikmati keindahan kota Bandung dari ketinggian 19 lantai. Memang menakjubkan!!! Silahkan mencobanya!!



Oleh : Rizkie Nugraha Ramadhan

Masjid Kubah Emas



Sudah pernah berkunjung ke masjid seperti gambar disamping??? Beruntunglah bagi Anda yang sudah berkunjung. Tapi bagi Anda yang belum pernah berkunjung, Anda wajib mengunjungi masjid yang terletak di Depok, Jawa Barat ini. Masjid ini dibuat atas permintaan Dian Al Mahri kepada suaminya, yang berasal dari luar Indonesia. Masjid ini dikenal dengan sebutan masjid Kubah Emas, karena kubah masjid tersebut memang terbuat dari emas. Tak hanya itu, di langit-langit kubahnya terdapat pemandangan yang menakjubkan. Setiap waktu shalat, langit-langit kubahnya berubah. Setiap Kamis siang, sekitar pukul 13.00, masjid ini ditutup sementara untuk dibersihkan oleh para petugas kebersihan dan dibuka lagi menjelang ashar. Selain itu, masjid ini juga pernah digunakan sebagai akad nikah pasangan Sultan Jorghi dengan Annisa Tri Hapsari. Tertarik mengikuti jejak mereka yang menikah disana???

Oleh : Rizkie Nugraha Ramadhan

Jumat, Januari 18, 2008

WAJAH KELAM SEPAK BOLA INDONESIA

Kita berbicara fakta, bahwa inilah yang terjadi dalam Sepak Bola Indonesia :
  1. Ketua Umum PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) di Penjara, karena kasus Korupsi. (hhmm...) Pendapat Anda? sehingga harus ditegur keras oleh badan yang menaungi Sepakbola dunia yaitu FIFA. tapi hingga kini? ternyata bapak Nurdin Halid tetap menjabat sebagai Ketua Umum PSSI?
  2. Masalah Internal PSSI yang ternyata didalamnya rapuh, ada petinggi yang ingin menyampaikan Aspirasi dari masyrakat pecinta Sepakbola Indonesia malah di gertak untuk tidak selalu mengkritik kinerja PSSI dan bahkan ada ancaman untuk dipecat dalam jajaran pengurus. Aneh? menurut Anda?
  3. Target yang Tim Nasional yang selalu gagal dari goals awal. contoh terakhir Sea Games di Thailand kemarin, hehe. ternyata ngga sampai tuh jadi semifinalisnya pun? Bagaimana pendapat anda?
  4. Di dalam Liga Indonesia Djarum 2007 yang sekarang berjalan, wah jangan tanya! banyak sekali masalah didalamnya : Mundurnya jadwal pertandingan, sehingga membuat klub-klub yang ikut serta kelabakan.
  5. Tidak disertakannya Juara dan runner-up dalam liga champion Asia (Ya karena Telat liganya..)
  6. Kerusuhan suporter hampir mewarnai disetiap laga panas.(Ini mah udah ngga perlu Bukti)
  7. Fanatisme suporter yang berlebihan, yang efeknya adalah merugikan tim kesayangan mereka sendiri. bukti terakhir bahwa yang terjadi di Babak 8 besar yang diselanggarakan di Kediri dan Solo.
  8. dan ada banyak lagi,
  9. masih banyak,
  10. anda yang tambahkan di Comment kami (Biar seru)
dan kami mengutip sedikit, pendapat orang setelah kerusuhan yang terjadi pada babak 8 besar kemarin, berikutlah liputannya :

cah bagus, setahu aku pemain asing yang bermain di Indoensia itu ketika dinegaranya bukan pemain bola, mereka hanya seorang suporter biasa. Kalaupun ada yang pemain bola mungkin ya pemain kacangan, atau di Indoensia disebut TARKAM. Tak kasih contoh, Juan Tapia yang beberapa tahun lalu pernah memperkuat Persik sebagai palang pintu handal, dikampungnya Chile sana, informasinya dia hanya kuli bangunan yang kebetulan punya keahlian lebih bermain bola dan sering main di TARKAM. Dan aku yakin, hampir semua pemain asing yang bermain di Indonesia pasti punya latar belakang yang tak jauh berbeda. Kalau seperti itu ya wajar, mereka selalu menjadi biang kerok terjadinya keributan. Seperti kemarin Evgheni Khamaruk, aksinya yang menolak pakai sarung tangan dan mengejar Cristian Gonzales sama seperti yang dilakukan pemain-pemain sekelas TARKAM, intinya MEMALUKAN!!!!!

Don, Gue juga kecewa dengan keributan kemaren. Sebagai fans Persija gue KECEWA BERAT dengan gayanya Khmaruc, sok banget, padahal kualitasnya BURUK, tangkapan bola ngga lengket, sering blunder dan pada akhir2 kompetisi semakin RESE ulahnya dengan RIBUT melulu. Untuk Musim depan superliga kayanya pemain asing yang MUTLAK ditendang salah satunya Khmaruc. Untuk Pemain asing sebaiknya ngga perlu di posisi Kiper deh, banyakin di tengah atau belakang, KIPER pake lokal aja. Gue secara pribadi Ikhlas Khmaruc ataupun Dubrovin di beri sanksi. FAIR AJA gue ingin pertandingan yang clean. peace

DIdo, Kayak anak sekolahan aja, abis maen bola ribut terus dipanggil gurunya. Ditanya ama gurunya ayo siapa yang mulai? kalian kalo olahraga jangan pada berantem ya. Nanti kalo masih pada berantem, ngga boleh maen lagi atau nanti bapak panggil orang tua kalian. Kompetisi professional? Liga Super?? Kentut!

Iwan Kartiwan, Sungguh sangat memalukan kiper Persija itu, kaya pemain kampungan,bukan seorang profesioanal.Untuk Komisi Disiplin jangan injinkan dia main di Indonesia, bisa jadi virus bagi para pemain kita kelak.Ingat kita sedang membangun persepakbolaan kita yang menjunjung tinggi Fair Play. Ingat Fair Play bukan hanya sekedar tulisan.Untuk para pemain kita jangan mau diprovokasi pemain asing.
AGUNG, PSSI ( PERSATUAN SINDIKAT SINDIKAT INTELEK ) gmn ngg intelek, ya saking pinternya di bui aja masih diakui sebagai ketua umum, AFC aja kalah pinter.... dan ini adanya di Indonesia tercinta, yang jarang berprestasi ditingkat ASTENG apalagi Asia, lebih lebih dunia....sbagai penonton saya sih seneng22 aja ada acara bola dan berantemmmmm... ayo teruskan cara22 berantem.. mumpung ketua umu di bui.......heheheh

BUKITBESAK_PLAJU_KERTAPATI, KACUK UMAK KAU GALO2 PEMAIN PERSIJA DASAR BENGAK TOLOL BODOH,,,PENING PALAK AKU NONTON BOLA INDONESIA YANG TANDING KECUALI SRIWIJAYA FC...MENCAK PUKI UMAK HAMKAH BAE,,HAMKAH NIH AWAK MAEN LA JAHAT RAI JAHAT CAK KEMELAWANAN ADO GEK KENO TUJAH LUBANG IDUNG KAU YEE,,,CAK KEMELAWANAN ....UNTUK HAMKAH KAMARUK SAMO DUBROVIN KAU DATENGLAH KE PALEMBANG KU PECAH KE NIAN PALAK UTAK KAU,,,CUMAK INI KAU YEEEE

Pecinta Bola, Ketua PSSI nya di penjara, Wasitnya ga becus, Pemain Bola nya Mental Tempe, Supporternya apalagi, suka bikin rusuh,...Mo dibawa ke mana masa depan Sepak Bola Indonesia..Apa guna Dana APBD yang sgt besar dikucurkan utk olahraga ini.Tak ada Hasil. Dana APBD nya lebih baik dialihkan untuk kesehatan dan pendidikan dl aja, biar orang2 Indonesia pada pinter2, dan sehat jasmani dan Rohani.Nah, kl dah pinter n sehat kan, dah ga bikin rusuh lagi tuh pemain n supporter, trs milih ketua PSSI nya juga ga asal2n..PEACE n Love

LIga edan, setuju banget ma Liga tawuran tapi kayanya lebih asik kalo formatnya smackdown bukan tinju kayanya lebih seru tuh

rauf bin rau, SANGAT MEMALUKAN SEKALI SIKAP PEMAIN DAN PELATIH ASING, SEHARUSNYA DI MENJADI CONTOH PEMAIN LOKAL BUKAN MALAH MEMBUAT ULAH, USUL SAYA BUKAN HANYA PELATIH YG DILARANG TAPI PEMICU PERTANDINGAN ITU (KHMARUK) JUGA DIBERI SANGSI TIDAK BOLEH MAIN SETERUSNYA DI INDONESIA. LIHAT AJA SUPORTER MEREKA TERTIB DAN SANGAT MENDUKUNG KOK MALAH DIA YG MEMBUAT ULAH.

mukis, PSIS gak ikut. damai saja. kan mau main di superliga. hehehehe

Liga Tawuran, Usul BLI agar lapangan sepakbola sekelilingnya pasang ring wasit ambil dari wasit tinju kelas berat atau teman2 nurdin halid di penjara tambah pentungan ama tameng...keamanan cuma mengawasi saja ga usah melerai kalo terjadi perkelahian emang itu yang diharapkan..

anak negeri, satu nusa.. satu bangsa... satu bahasa kita... tanah air pasti jaya untuk selama-lamanya... indonesia pusaka.. indonesia tercinta... nusa bansa dan bahasa.. kita bela bersama... (kutulis ini dengan menangis)

talikutang, Tim setingkat PERSIJA kok ndesooo...MEMALUKAN... HIDUP PERSIK!!!!...

Liga Tawuran, Usul BLI agar lapangan sepakbola sekelilingnya pasang ring wasit ambil dari wasit tinju kelas berat atau teman2 nurdin halid di penjara tambah pentungan ama tameng...keamanan cuma mengawasi saja ga usah melerai kalo terjadi perkelahian emang itu yang diharapkan..

Suporter Liga Super Sejati, Apakah PSSI berani mendiskualifikasi Persija dari Liga Super ??? Semoga ...
wiwid, sampai kiamatpun sepakbola indonesia tidak akan maju..... mampus lohhhhh

sri_bla, Cpek deh... sepak bola indonesia. mana bisa maju kalo yang dipentingin urusan perut doang. gimana gak perut!! jelas2 ketum pssi jadi napi, dipertahankan! logikanya dmana? kayaknya ada sesuatu di pssi : suap, kayaknya pasti:korupsi, apalagi! Dedikasi/pengorbanan apalagi prestasi no...no...no...!!!!!!!

ajay, pecat pemain yg suka bikin rese tuch..keluarin dari ligina klo bisa dihukum dilarang bermain sepakbola seumur hidup
sri_bla, Cpek deh... sepak bola indonesia. mana bisa maju kalo yang dipentingin urusan perut doang. gimana gak perut!! jelas2 ketum pssi jadi napi, dipertahankan! logikanya dmana? kayaknya ada sesuatu di pssi : suap, kayaknya pasti:korupsi, apalagi! Dedikasi/pengorbanan apalagi prestasi no...no...no...!!!!!!!

45, Itulah pewaris nilai-nilai 45... Hidup.. atau mati ...
guntur, capee dee... indonesia tanah air tercinta,,!! tolongtindak dengan tegas siapa-siapa yang tak disiplin donnngg, biar semuanya nggak semau gw.. emang sepakbola milik dia doang apa???

Ya, Inilah Faktanya kawan. Buka Mata ini Nyata, Hanya di Indonesia..(Nyadur dari Hanya di Indonesia) (romanagement)

Kamis, Januari 17, 2008

Kebebasan Pers

Kelahiran orde reformasi pada tahun 1998 dismbut sukacita oleh masyarakat Indonesia. Dan tentu saja disambut suka cita oleh media massa. Pada saat itu terjadi euforia dimana-mana. Kebebasan jurnalistik berubah menjadi kemerdekaan jurnalistik.
Menurut pengamat pers, Atmakusumah, sepanjang 1980, fungsi pers masih mengalami penciutan, bersamaan dengan pengetatan pengendalian oleh pemerintah terhadap kegiatan politik dalam masyarakat. Fungsi utama pers sebagai komunikator sosial telah berubah dan mengalami kemunduran sehingga yang lebih terlihat atau menonjol adalah fungsinya yang lain sebagai sarana hiburan. Sementara itu, fungsinya sebagai alat pendidikan informal mengalami kepincangan terutama dalam bidang politik, karena terbatasnya kesempatan membahas masalah-masalah kenegaraan serta gejolak sosial yang hadir.Pers sebagai kekuatan moral, tidak lagi memiliki ruang gerak yang leluasa untuk menyalurkan setiap gagasan dan sikapnya.Keadaan ini sedikit banyak mempengaruhi perkembangan pers sendiri. Kebebasan berfikir dan berpendapat serasa dikekang. Sehingga munculah istilah Pers Tiarap.
Setelah orde reformasi hadir, pers pun bersuka cita penuh bahagia. Departemen Penerangan dibubarkan, UU Pokok Pers No 21/1982 diganti dengan UU Pokok Pers No 40/1999. dengan Undang-Undang baru dan pemerintahan baru, siapapun bisa menerbitkan dan mengelola pers. Siapapun bisa menjadi wartawan dan masuk organisasi pers manapun. Hal ini ditegaskan pada pasal 9 ayat (1) UU Pokok Pers No 40 /1999, setiap warga negara berhak mendirikan perusahaan pers. Ditegaskan lagi dalam ayat (2), setiap perusahaan pers harus berbentuk badan hukum Indonesia.
Dalam era reformasi, kemerdekaan pers benar-benar dijamin dan diperjuangkan. Semua komponen bangsa memiliki komitmen yang sama, yaitu pers harus hidup dan merdeka.
Setelah mengalami era kebebasan dan kemerdekaan selama sembilan tahun, pers kembali dihadapkan pada suatu yang dilematis. Apakah pers harus mempertahankan atau mengerem kebebasan yang dimiliki. Apabila pers tidak mengerem kebebasan ini, ada sesuatu hal yang dikhawatirkan, yaitu liberalisasi. Dampak-dampak negatif akan bermunculan dari kebebasan pers.
Sisi terang dan gelap pers memang tak bisa terelakan. Ada kalanya kita sedih dan bahagia, begitupun pers. Tantangan dan ancaman yang muncul mesti dihadapi. Bagaimanapun juga, kebebasan dan kebenaran, memang harus terus diperjuangkan. Hidup Pers Nasional..(Yodi Prima)